Tampilkan postingan dengan label Entertainment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Entertainment. Tampilkan semua postingan

Kata-kata Bijak yang dapat di Petik dari Film Mama Cake

Jumat, 13 November 2015


          Nah yang kayak gini nih yang bikin gue malas kuliah tau gak, terlalu ngikutin dokma-dokma sain mereka. Yaitu tadi contohnya teori darwin. Man, manusia pertama di dunia itu adalah “ADAM”, yang terbuat dari tanah liat. Bukannya dari monyet! hewan bersel satu jadi ikan, apalah itu namanya. Itu cuman karangan mereka doang. Spekulasi, Imajinasi yang mereka gabungin jadi yang namanya “SAINS”. Gue lebih percaya ama buku yang usianyanya udah ratusan bahkan ribuan tahun, daripada buku original speciesnya DARWIN yang padahal usianya baru 100 tahunan lalu. Lu udah baca bukunya blom sih? Dia aja masih bingung soal teori “Missing Link” dari satu species ke species lainnya. Menurut gue semua manusia itu sama, yang nentuin kegunaan mereka itu cuman dari sikap, perilaku. Kalo lo percaya sama teori Darwin, berarti Lo gak percaya sama Tuhan yang bilang bahwa manusia pertama di dunia itu adalah Adam, betul kan? Emang berat sih benturan antara sains dan agama. Tapi kalo gue pribadi, gue udah setel pendirian gue man, manusia itu yah manusia.

          Gak usah pegang gue deh, gue gak mau ketularan penyakit Lo. Penyakit sombong Lo, penyakit bo’ong Lo, penyakit munafik Lo, pengkhianat!!! Penyakit hati Lo tuh.

          Kamu mengganggu aku untuk bersatu dengan rumput-rumput ini, aku gak perlu kamu!!! Kamu gak perlu menghubungi aku lagi, aku gak akan menghubungi kamu. Gak perlu ada waktu yang mesti mengingatkan aku.

          Gue sih emang malas basa-basi, ngomongin ini itu yang sebenarnya gue gak peduli. Banyak sih yang gue peduli, tapi elu nya mungkin yang gak peduli sama gue. Bukannya ngeremehin, gue cuman gak mau Lo ngedengerin gue, pura-pura peduli tapi enggak. Gak taunya cuman gangguin pola berfikir Lo kan?


          Ada satu hal yang gue gak setuju, tadi kan Lo bilang kalo masa depan Lo gak jelas, menurut gue masa depanLo tu udah jelas banget. Gini, gini, jarang Loh orang yang bisa ngerti apa yang ia gak suka, dan apa yang ia gak setuju. sebenarnya dalam diri Lo, itu ada hal yang pengen Lo perbaiki, dan itu bukan masalah pribadi Lo aja, tapi itu juga masalah rutinitas sosial Lo yang lebih luas lagi. Lo tu punya bakat yang gede banget kalo aja Lo lebih detail dan lebih sering riset masalah dan permasalahn Lo. Lu bisa jadi apapun yang Lo mau. Lo bisa ngerti kan?

          Gue lagi nyatu sama alam! Gue lagi nyatu ama udara yang seger! Gue lagi nyatu sama rumput... sama sawah...

          Gini yah, supaya Lu bisa ngerti. “Takbir”, itu unsur API, sifat dari api yang menjulang tinggi, Vertical, Tegas, Berani ngadapin hidup.
Yang ini nih “Rukuk”, Horizontal, unsur ANGIN, angan, imajinasi, gak keliatan tapi bisa dirasain, seperti kita terbang, malah bisa ngebikin suatu kota beterbangan karena emang dahsyat kekuatannya.
Nah kalo ini “sujud”, unsur AIR, selalu mencari tempat yang rendah, menjaga Lo dari sifat tinggi hati, fleksibel sama wadah apapun.
Nah kalo sekarang nih “Duduk antara dua sujud”,unsur “GUNUNG”, kokoh, kuat, gak tergoyahkan, menjaga bumi supaya gak goncang.
Ini yang namanya Cinta, “Salam”, menyebarkan rahmat kealam semesta. Tapi masih ada lagi yang lebih kuat dari cinta, lebih tinggi, lebih kuat, lebih lembut, dan lebih hakiki dari yang namanya Cinta. “IKHLAS”. Kalo gak ada ikhlas, semua element yang tadi tuh gak ada artinya. Seharusnya “ada apa dengan ikhlas yah, bukan ada apa dengan cinta.”

          Sholat adalah salah satu cara gue untuk menyatu dengan alam.

          Jangan mau percaya ama sutradara Hollywood, percaya aja ama sutradara yang di atas.

          Hatinya dulu yang diisi, baru kepala yang dipinterin, tapi kalo kepala nya dipintarin terus, hatinya kosong melompong, pintar tapi bingal, kiamat deh..



Continue Reading | komentar

Daftar Film yang Dirilis Minggu Kedua Maret 2014

Sabtu, 15 Maret 2014

Segores Info - Minggu ini, sebagai bentuk apresiasi terhadap karir sutradara legendaris Hayao Miyazaki, Anda wajib menyaksikan film pamungkasnya, “The Wind Rises” (2013). Tak lupa, film pemenang penghargaan Best Original Screenplay Academy Awards 2014, “Her” (2013), karya Spike Jonze juga telah dirilis di bioskop. Sudah nonton dua film ini? Masih ada banyak judul lain yang juga siap menghibur Anda, mulai dari komedi sampai aksi. Ingin tahu ada film-film apa saja yang bisa Anda saksikan di bioskop akhir pekan nanti? Berikut adalah daftar film yang dirilis di minggu kedua bulan Maret 2014:

1. Freelancers

Putra dari seorang petugas NYPD yang gugur dalam tugas bergabung dengan satuan kepolisian di mana ia bertemu dengan mantan partner ayahnya. Ketika dirinya akhirnya mengetahui kebenaran di balik tewasnya sang ayah, ia pun bertekad untuk balas dendam dan tak akan berhenti sampai keadilan ditegakkan.

Sutradara: Jessy Terrero
Penulis Naskah: L. Philippe Casseus
Pemeran: 50 Cent (Malo), Forest Whitaker (LaRue), Robert De Niro (Joe Sarcone), Malcolm Goodwin (A.D.), Ryan O'Nan (Lucas), Anabelle Acosta (Cyn)
Durasi: 96 menit
Tanggal Rilis: 11 Maret 2014

2. The Wind Rises

Jiro Horikoshi (Hideaki Anno) bermimpi untuk mengikuti jejak idolanya, Gianni Caproni, seorang perancang pesawat terbang asal Italia. Karena terhalang oleh matanya yang rabun dekat sejak kecil, Jiro yang tak bisa menjadi pilot pun akhirnya bergabung dengan perusahaan pembuat pesawat di tahun 1927. Kejeniusannya cepat disadari oleh para atasannya, dan ia pun tumbuh menjadi salah satu insinyur pesawat terbang paling sukses di dunia. Berbagai kejadian historis mewarnai kehidupan Jiro, termasuk gempa besar Kanto di tahun 1923, depresi perekonomian Jepang, epidemi TBC, dan masuknya Jepang dalam kancah peperangan. Ia bertemu dan jatuh cinta dengan Naoko Satomi (Miori Takimoto), menjalin persahabatan dengan rekan kerjanya Honjou (Hidetoshi Nishijima), serta terus berinovasi sampai akhirnya membawa dunia penerbangan ke masa depan.

Sutradara: Hayao Miyazaki
Penulis Naskah: Hayao Miyazaki
Pengisi Suara: Hideaki Anno (Jirô Horikoshi), Morio Kazama (Satomi), Mansai Nomura (Giovanni Battista Caproni), Miori Takimoto (Naoko Satomi), Jun Kunimura (Hattori), Hidetoshi Nishijima (Honjô)
Durasi: 128 menit
Tanggal Rilis: 12 Maret 2014

3. Miss Granny

Hari di mana Oh Mal-soon menyadari bahwa keluarganya hendak memindahkannya ke sebuah panti jompo, ia pun pergi berkeliaran di jalan sampai akhirnya tertarik untuk masuk ke studio foto Forever Young. Merasa sedih dan kesepian, ia akhirnya berdandan dan berencana untuk mengabadikan foto dirinya untuk pemakamannya nanti. Tetapi, ketika selesai, ia terkejut karena melihat bahwa bayangannya di cermin bukan lagi seorang nenek berusia 70 tahun. Mal-soon secara ajaib berubah menjadi dirinya sewaktu masih berusia 20 tahun, lengkap dengan wajah mulus dan tubuh yang masih muda. Karena tidak ada orang yang mengenali dirinya lagi, Mal-soon pun memutuskan untuk mengulang kembali hari-hari keemasannya sebagai wanita muda bernama Oh Doo-ri.

Sutradara: Hwang Dong-hyeuk
Pemeran: Shim Eun-kyung, Na Moon-hee, Sung Dong-il, Lee Jin-wook, Jin Yong
Durasi: 125 menit
Tanggal Rilis: 12 Maret 2014

4. Her

Dibuat dengan latar Los Angeles di masa depan, “Her” adalah kisah mengenai Theodore Twombly (Joaquin Phoenix), seorang pria kompleks yang sedang menghadapi tahap akhir dari perceraiannya. Suatu hari, Theodore yang kesepian dan patah hati membeli sistem operasi komputer baru yang menjanjikan pengalaman unik bagi tiap penggunanya. Setelah diaktifkan, Theodore mendapat kejutan menyenangkan ketika berbincang dengan Samantha (Scarlett Johansson), suara dari sistem operasi tersebut, untuk pertama kali. Sebagai sebuah kecerdasan buatan, Samantha ternyata kaya akan pengetahuan, sensitif, dan lucu. Ketika kebutuhan dan hasrat Theodore serta Samantha kian bertumbuh, persahabatan mereka menjadi kian dalam dan berakhir dengan cinta.

Sutradara: Spike Jonze
Penulis Naskah: Spike Jonze
Pemeran: Joaquin Phoenix (Theodore), Scarlett Johansson (Samantha), Amy Adams (Amy), Rooney Mara (Catherine), Chris Pratt (Paul), Olivia Wilde
Durasi: 126 menit
Tanggal Rilis: 12 Maret 2014

5. Thank You Cinta

Reya dan Sisi adalah dua sahabat yang sama-sama datang dari keluarga yang retak. Persahabatan mereka semakin berwarna dengan kehadiran Rangga. Rangga sebenarnya menyukai Sisi, tapi Sisi yang sakit-sakitan tidak menyadari perasaannya. Ketika muncul seorang murid pindahan bernama Abimanyu, Reva pun jatuh cinta kepada pemuda ini. Sayangnya, ketika ibu Abimanyu terlilit hutang dan bentrok dengan seorang rentenir, Abimanyu mulai menarik diri dari Reya. Masalah hutang yang berlarut-larut ini pun membuat hubungan keduanya makin sulit. Sementara itu, penyakit Sisi yang makin parah membuat Rangga tambah khawatir dengan kondisinya.

Sutradara: Nayato Fio Nuala
Penulis Naskah: Fiona Mahdalena, Mira Anindhita
Pemeran: Rendy Kjaernett, Nadya Almira, Gege Elisa, Addin Hidayat
Durasi: 75 menit
Tanggal Rilis: 13 Maret 2014

6. 4 Tahun Tinggal di Rumah Hantu

Jaka beserta istri dan anaknya membeli sebuah rumah berhantu dan mendapat teror dari arwah penghuni rumah tersebut tanpa henti. Setelah sekian lama, mereka mengetahui bahwa rumah tersebut dibangun di atas kuburan tua. Mereka terpaksa harus melewatkan hari demi hari dalam ketakutan karena tidak ada pilihan. Usaha Jaka yang mulai berkembang pun kini mulai mengalami hambatan. Keadaan itu membawa Jaka ke dalam sebuah permasalahan yang sangat sensitif dan pelik. Bahkan tak jarang, orang-orang yang datang ke rumah Jaka secara tiba-tiba pergi dengan wajah pucat pasi dan terlihat ketakutan. Istri dan anaknya terpaksa meninggalkan sang suami sendirian di rumah tersebut karena tidak tahan dengan teror-teror yang mengganggu mereka.

Sutradara: Jessica Angelica
Penulis Naskah: Nicho AP, Pijar88
Pemeran: Arie Dwi Andhika, Nabila Putri, Torro MargensDurasi: 110 menit
Tanggal Rilis: 13 Maret 2014

7. Need for Speed

Film yang dibuat berdasarkan game balapan sukses ini bercerita mengenai Tobey Marshall (Aaron Paul) yang memutuskan untuk bermitra dengan mantan pebalap NASCAR sombong bernama Dino Brewster (Dominic Cooper) demi menyelamatkan bengkelnya. Tetapi, ketika kesulitan finansialnya hampir menemui titik terang, Dino malah menjebak Tobey atas kejahatan yang tidak diperbuatnya sehingga berakhir dengan penangkapannya. Setelah keluar dari penjara, Tobey yang ingin membalas dendam pun menantang Dino dalam sebuah balapan liar.

Sutradara: Scott Waugh
Penulis Naskah: George Gatins
Pemeran: Aaron Paul (Tobey Marshall), Dominic Cooper (Dino Brewster), Imogen Poots (Julia Maddon), Scott Mescudi (Benny), Rami Malek (Finn), Ramon Rodriguez (Joe Peck)
Durasi: 130 menit
Tanggal Rilis: 13 Maret 2014
Continue Reading | komentar

Film 99 Cahaya di Langit Eropa Angkat Semangat Toleransi

Kamis, 13 Maret 2014

Film 99 Cahaya di Langit Eropa Angkat Semangat Toleransi

 Toleransi dalam ajaran Islam menjadi kekuatan film 99 Cahaya di Langit Eropa Part 2. Film tersebut mengadaptasi novel berjudul sama karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra.

"Konsep film ini, hidup berdampingan secara damai. Mau dibilang ini film perjalanan atau religi intinya ada sejarah di mana Islam bisa hidup berdampingan (dengan agama lain)," kata penulis skenario, Alim Sudio, usai Press Screening Film 99 Cahaya di Langit Eropa Part 2 di Jakarta, Senin (3/3).

Alim mengatakan, pandangan berbeda terhadap satu pemeluk agama di Eropa adalah persoalan universal. Masalah itu juga dirasakan penganut-penganut minoritas di banyak tempat di negara-negara lain.

"Persoalan ini sebenarnya ada di mana saja termasuk di Indonesia," ujar dia.

Beruntung, kata dia, produser film ini justru minta agar cerita secara terbuka dapat menampilkan perdebatan-perdebatan terkait ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. "Kita harus hargai ini," tandasnya.

Sutradara Film 99 Cahaya di Langit Eropa Part 1 dan 2 Guntur Soeharjanto mengatakan banyak hal-hal yang tidak diceritakan secara detail di novel terkait Islam yang justru kali ini diangkat dalam film.

"Banyak yang tidak ada di novel justru kita detailkan di film, seperti jihad dengan pena," ujar Guntur.

Apresiasi terhadap Film 99 Cahaya di Langit Eropa Part 2 juga disampaikan Wakil Kepala Delegasi Uni Eropa Colin Crooks yang mengikuti press screening bersama ratusan wartawan.

Menurut dia, film ini berhasil mengulas warisan dan peninggalan Islam di negara-negara Eropa yang kurang banyak diketahui orang.

"Hal ini mengingatkan kami, sebagai orang Eropa, bahwa Islam bukan saja suatu jalan hidup tetapi merupakan bagian yang integral dan penting dalam sejarah kami," ujar dia.

Dia juga mengakui, film ini mendorong perlunya toleransi yang lebih baik lagi. Banyak hal-hal perlu dilakukan untuk mengakhiri rasisme dan xenophobia (ketakutan terhadap orang asing) di Eropa mau pun di belahan bumi lainnya.

Film yang diperankan oleh Acha dan Abimana ini juga dibintangi oleh beberapa aktor dan aktris terkenal seperti Raline Shah, Nino Fernandez, Alex Abbad, dan Marissa.
Continue Reading | komentar

ROGER DANUARTA MENINGGAL ITU "HOAX", CUMA SAKAW KOK

Rabu, 19 Februari 2014

Segores Info - Setelah dikabarkan meninggal dunia dengan foto-foto yang tersebar di dunia maya, Pesinetron Roger Danuarta (31) diamankan petugas dari Polsek Pulogadung, Senin (17/2/2014) dini hari. Roger diduga terjerat kasus narkoba dan saat ditemukan dia dalam keadaan sakaw. 
"Iya betul, semalam ada yang diamankan atas nama Roger Danuarta. Dia kita amankan terkait kasus narkoba," jelas Kasubag Humas Polres Jakarta Timur, Kompol Sri Bhayangkari, Senin (17/2/2014) pagi. 
Roger DanuartaSri menjelaskan bahwa di dalam mobil yang dikendarai Roger, petugas menemukan barang bukti narkoba. Hingga saat ini, pesinetron itu tengah menjalani pemeriksaan di Polsek Pulogadung. 
"Yang bersangkutan kedapatan narkoba di dalam mobilnya. Sekarang sedang diperiksa di Polsek Pulogadung," kata Sri. 
Penangkapan Roger bermula saat mobil Mercedez Bens berplat nomor B368RY yang dikendarainya mendadak berhenti, lantaran nyaris menabrak sebuah motor di Jalan Kayu Putih Tengah, Pulogadung, Jakarta Timur. 
Setelah sekian lama, mobil tersebut tidak kembali melaju meski lampu dan mesin masih menyala. Warga yang curiga melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian. Saat mobil dibuka, petugas menemukan jarum suntik dan serbuk putih.
 Sumber : http://www.radiogalau.fm/
Continue Reading | komentar

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (film)

Minggu, 16 Februari 2014

Segores Info - Tenggelamnya Kapal Van der Wijck adalah film drama romantis Indonesia tahun 2013 yang disutradarai oleh Sunil Soraya dan diproduseri oleh Ram Soraya. Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Buya HamkaTenggelamnya Kapal Van der Wijckmengisahkan tentang perbedaan latar belakang sosial yang menghalangi hubungan cinta sepasang kekasih hingga berakhir dengankematian. Diproduksi oleh Soraya Intercine Films, film ini antara lain dibintangi oleh Pevita PearceHerjunot AliReza Rahadian, danRandy Danistha.
Dengan biaya produksi yang tinggi, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck menjadi film termahal yang pernah diproduksi oleh Soraya Intercine Films. Proses produksinya sendiri menghabiskan waktu selama lima tahun, dan penulisan skenarionya dilakukan selama dua tahun. Film ini dirilis pada tanggal 19 Desember 2013.


Sinopsis


Poster Film "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck" sebelum diganti dengan yang baru.
Nusantara tahun 1930-an, dari tanah kelahirannya Makasar, Zainuddin (Herjunot Ali) berlayar menuju kampung halaman ayahnya di BatipuhPadang Panjang. Di sana, ia bertemu dengan Hayati (Pevita Pearce), seorang gadis cantik jelita yang menjadi bunga di persukuannya. Kedua muda-mudi itu jatuh cinta. Namun, adat dan istiadat yang kuat meruntuhkan cinta mereka berdua. Zainuddin hanya seorang melarat yang tak bersuku; karena ibunya berdarah Bugis dan ayah berdarah Minang, statusnya dalam masyarakatMinang yang bernasabkan garis keturunan ibu tidak diakui. Oleh sebab itu, ia dianggap tidak memiliki pertalian darah lagi dengan keluarganya di Minangkabau. Sedangkan Hayati adalah perempuan Minangsantun keturunan bangsawan.
Pada akhirnya, lamaran Zainuddin ditolak keluarga Hayati. Hayati dipaksa menikah dengan Aziz (Reza Rahadian), laki-laki kaya terpandang yang lebih disukai keluarga Hayati daripada Zainuddin. Kecewa, Zainuddin pun memutuskan untuk berjuang, pergi dari ranah Minang dan merantau ke tanah Jawa demi bangkit melawan keterpurukan cintanya. Zainudin bekerja keras membuka lembaran baru hidupnya. Sampai akhirnya ia menjadi penulis terkenal dengan karya-karya masyhur dan diterima masyarakat seluruh Nusantara.
Tetapi sebuah peristiwa tak diduga kembali menghampiri Zainuddin. Di tengah gelimang harta dan kemasyhurannya, dalam sebuah pertunjukan opera, Zainuddin kembali bertemu Hayati, kali ini bersama Aziz, suaminya. Pada akhirnya, kisah cinta Zainuddin dan Hayati menemui ujian terberatnya; Hayati pulang ke kampung halamannya dengan menaiki kapal Van der Wijck. Di tengah-tengah perjalanan, kapal yang dinaiki Hayati tenggelam. Sebelum kapal tenggelam, Zainuddin mengetahui bahwa Hayati sebetulnya masih mencintainya.

Pemeran



Produksi


Versi lain poster film "Tenggelamnya Kapal Van der Wijck".
Tenggelamnya Kapal Van der Wijck diadaptasi dari novel mahakarya sastrawan sekaligus budayawan Haji Abdul Malik Karim Amrullah, atau Hamka, dan menjadi film termahal yang pernah diproduksi oleh Soraya Intercine Films. Sutradara film ini, Sunil Soraya, menegaskan bahwa hal itu disebabkan karena harus membuat suasana cerita film seperti yang dikisahkan pada tahun 1930-an sesuai dengan era novel. Selain itu, juga banyak riset dan hal-hal lainnya yang wajib dipenuhi untuk mendapatkan gambar yang maksimal, yang juga membuat ongkos produksi tinggi.[7]
Observasi, proses pra-produksi, pemilihan pemeran, sampai penulisan skenariopun dimulai sejak tahun 2008, yang artinya sudah berjalan selama lima tahun. Sunil menyatakan bahwa ia sempat ragu kalau film ini dapat diselesaikan karena cukup panjang prosesnya. Salah satu elemen tersulit adalah menemukan kapal yang menyerupai kapal Van der Wijck pada tahun 1930-an. Pada akhirnya, replika kapal dibuat ulang dengan memesan kapal dari Belanda, yang memang menjadi produsen asli kapal Van der Wijck.[8]
Untuk proses penyuntingan dilakukan selama 4-5 bulan setelah proses syuting selama 6 bulan dengan 300 adegan. Hasilnya, film ini berakhir dengan durasi selama 2 jam 49 menit. Seluruh kostum dalam film ini dibuat oleh perancang busana Samuel Wattimena. Sedangkan untuk penulisan skenario mengalami proses revisi selama beberapa kali karena sutradara ingin menyampaikan semangat dan pesan novel Hamka, tak hanya menyajikan kisah cinta biasa. Riset yang dilakukan untuk latar dan properti otentik seperti mobil, baju, dan barang-barang era 1930-an, juga membutuhkan waktu yang tak singkat[9]. Proses pengambilan gambarnya sendiri dilakukan di MedanPadangSurabayaLombok, dan Jakarta.[10]
Kesulitan lainnya adalah sang sutradara juga harus mencari laut yang tidak memiliki ombak kencang, karena kapal Van der Wijck dikisahkan tenggelam bukan karena ombak besar. Sementara tempat syuting lautnya kencang sekali. Akhirnya tim produksi mendatangkan tenaga ahli dari luar untuk menampilkan efek tenggelam tanpa menggunakan animasi. Salah seorang penulis skenario, Donny Dhirgantoro menjelaskan skenario ditulis selama dua tahun dengan riset yang mendalam. Bersama dengan Imam Tantowi, keduanya menyusun skenario yang sesuai dengan era tersebut mengenai kapal hingga adat Minang untuk menjadi bahan bagi para pemain film.[6]

Jalur suara

Grup musik Nidji dipercaya sebagai pengisi jalur suara untuk film ini dengan mempersiapkan empat buah lagu. Gitaris Nidji, Andi Ariel Harsya, berperan sebagai produser untuk album jalur suara tersebut. Proses rekaman lagu-lagu tersebut melibatkan sahabat Nidji dari Inggris, Jason O`Bryan. Singel pertama yang dipilih berjudul Sumpah & Cinta Matiku. Nidji menyatakan memasukkan konsep pop Britania dengan unsur musik gregorian untuk memberi kesan megah dan kolosal.

Penerimaan

Kritik

Setelah poster film ini dirilis, sejumlah masyarakat Minang yang tergabung dalam sebuah grup di jejaring sosial Facebook memrotes poster film ini yang menurut mereka tidak sesuai dengan adat dan budaya Minang yang sangat menjunjung tinggi ajaran Islam. Mereka mengklaim bahwa poster ini merupakan bentuk "pemerkosaan terhadap karya Hamka, karena Nurhayati yang diperankan oleh Pevita Pearce merupakan gadis Minang yang kuat adat dan agama, tidak memakai baju terbuka seperti yang ada di poster.




Continue Reading | komentar

Anda Pengunjung Yang Ke

Pengikut

 
Support : Copyright © 2014. Segores Info - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger